Senin, 26 April 2021

memulai

Kita, manusia...
Yang mengenggam seluruh tanggung jawab dan konsekuensi di dalam sebuah kisah...
Kisah seorang anak bayi yang terlahir ke dunia
Yang kini, hendak beranjak dewasa.

Terlahir menjadi manusia,
yang membawa tanggungan dan konsekuensi atas apa yang akan terjadi dan yang akan datang dikemudian hari...
Bermacam-macam perbekalan yang telah dipersiapkan sejak dini...
Dari atas kepala hingga ujung kaki...
Mempelajari semua kisah yang telah terjadi sebagai bentuk pengalaman yang berharga disuatu hari nanti...

for more,
https://t.me/bekindtourself

Minggu, 04 April 2021

kembali

   hai...
sudah berapa bulan, aku tidak menceritakan hal menarik dalam kehidupan ini .
hmm, sampai bingung harus berkata apa...
yang jelas saat ini semua rasa itu datang secara bersamaan. 
sedih, senang, bingung, takut, khawatir, ragu 
semua bercampur menjadi satu.
dan, tanpa sadar kaki ini terus melangkah hingga bertahan sampai saat ini.
senang rasanya, bisa kembali dan memulai lagi
memulai untuk menikmati setiap kesempatan yang diberikanNya dalam hidup ini.
menikmati semua hal yang tidak terpikirkan oleh logika tapi bisa dibayangkan dengan rasa.
jangan tanya bagaimana...
tapi mulai saja, dengan merasakannya.
merasakan segala sakit, keluhan, kesedihan, kesenangan hingga ketakutan dan kekhawatiran
yang rasanya telah melekat dalam diri.

aku kembali,
bersama hingarnya kehidupan dunia yang menuntutku
untuk terus bertahan dengan riuhnya keluhan.
terima kasih untuk diri
yang telah berhasil melawan segala ketakutan, kekhawatiran, serta keraguan dalam diri.
dan terima kasih untuk orang-orang yang selalu setia menemani
untuk sekadar memberi dukungan dan doa untuk diri yang tengah berjuang, 
berjalan di kehidupan yang nyata.

Minggu, 03 Januari 2021

 hari ketiga di awal tahun.

kabut duka mulai memberi tanda, akan sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah dilewatkan.

menyisakan sebuah teka teki entah apa yang akan terjadi. 

hari ini, tepatnya malam ini sudah membuat kesabaranku diuji akan kehilangan yang harus diterima dan akan kepergian yang harus diikhlaskan. yups, awal yang indah bukan?

terlepas senja pergi berganti dengan rembulan malam, masih hangat di telingaku akan panggilan suara dari salah seorang lelaki, yang memberi kabar akan kepergian seorang teman. sontak diri ini dibuat kaget akan kabar yang kuterima melalui telefon itu. gemetar,lemas,kaku dan membisu.

malamku telah disambut oleh kabut duka yang mulai menyelimuti diri. tangisku pecah,semua anggota tubuhku bergetar lemas, dan aku hanya bisa terdiam kala itu.

sembari mengabari teman teman lainnya dengan tanganku yang bergetar dan tubuhku yang terduduk lemas. perasaan dan pikiran yang bercampur aduk, bingung,terdiam dan merenung.

kematian itu hampir sampai, kematian itu telah mengambil satu per satu orang-orang sekitarku bahkan orang-orang yang kusayangi. entah bagaimana aku bisa setegar itu ketika kemudian hari kematian itu menghampiri dan mengambil salah seorang anggota keluargaku. entah bagaimana aku bisa menerima dan mengikhlaskan jika kemudian itu akan terjadi.

malam ini aku dibuat bungkam, oleh sebuah kepergian yang membuat diri sangat kehilangan.

"Qaddarullah wa Ma Sya Fa'ala, Innalillahi wa Innailahi Raji'un"


Kamis, 31 Desember 2020

for the best year

Dear 2020,

Terima kasih
Telah menjadi bagian terpenting dalam sejarah hidup ini.
Dimana semua bisa merasakan satu kesedihan dan satu kehilangan
Yang teramat dalam.
Terima kasih
Untuk sebuah perjuangan
Untuk sebuah tekad untuk tetap bertahan.
Walau kabut duka sering kali menutupi ruang untuk kembali
Terima kasih
Atas pendewasaan diri
Atas segala hal yang telah pergi
Menyisakan sebuah memori
Dalam hati...
Yang terus terekam kembali
Agar diri bisa mengevaluasi
Setiap peristiwa yang datang
Untuk dijalani bukan untuk disesali.
Terima kasih...
Atas suka yang datang
Walau sejenak saja
Yang bisa dirasakan
Setidaknya kau telah memberi warna..
Meski warnamu terkalahkan oleh kabut duka yang mendalam...
Kau hadir
Walau sebentar
Kau hadir
Layaknya pelangi setelah hujan
Dan layaknya senja sebelum petang...
Tetap memberi warna walau tau akan memudar...
Terima kasih...
Untuk semua
Yang telah berperan penting
Bagi kehidupannya masing-masing...
Aku, kamu dan kita
Adalah orang-orang terpilih
Yang dapat merasakan
Hingarnya keluhan dalam 12 bulan yang baru saja kita lewati...
Terima kasih
Untuk diri
Untuk jiwa
Untuk segala suka dan duka
Untuk mereka yang memilih pergi
Untuk mereka yang setia menemani
Terima kasih.

Rabu, 21 Oktober 2020

hai..

aku kembali pada paragraf ini..

membawa riuhnya badai yang tengah  merundung bunga rampai hidup ini

pergi membawa kebahagiaan dan datang membawa kesedihan...

hadir dengan segala kerapuhan didalamnya.

sangat jauh berbeda dari sebelumnya..

kalau kemarin aku lebih menikmati senja disore hari 

tapi kini, aku lebih sering bersama hujan ketika matahari hendak pergi.

mengapa demikian?

karena yang kurasa saat ini duka lebih sering menghampiri

daripada suka yang dulu selalu menemani...

entah,

apa yang salah dengan diri...

atau memang hanya tersisa lembar hitam untuk menorehkan pilu

kehidupan ini...

Senin, 21 September 2020

percaya (3)

     "lelah tak berarah"

kau bergumam seakan kau memberi tanda jika kau sedang jenuh...

entah apa yang tengah kau hadapi saat itu.

seperti membuatmu kelelahan dalam menjalani nya. 

keseharianmu yang begitu padat serta banyaknya kewajiban 

yang menuntut diri untuk tetap berdiri dan menjalani semuanya.

sampai suatu hari kau memutuskan untuk keluar

dan memberanikan diri untuk lebih bersahabat dengan dunia luar

ketika itu, kau memutuskan untuk mengikuti langkah kemana dirimu

akan berlabuh. bermodalkan semangat dalam diri yang bergolak dalam hatimu.

saat itu juga, kau mencari tau sejatinya dirimu

belajar dari kesalahan di masa lalu

memperbaiki semuanya dari awal dan memulai langkah baru...

bukan sekedar mencari jati diri melainkan menentukan arah hidup yang lebih baik lagi...


Agustus pergi 
membawa suka dan duka selama pandemi...
hubungan yang kini sudah menjauh
atau hubungan yang kini semakin erat mendekat.
semuanya terbawa pergi...
ketika september datang
mulai memberi warna kembali...
di setiap lembarannya
yang bersih belum terlukis warna kesedihan di dalamnya...
september datang dengan deras hujan
membasahi pelosok bumi...
tanah yang mulai gersang
sudah lama tak di sirami dengan tetesan air 
dari langit nya yang muram...
aku hanya bisa berharap
semoga kita bisa bertahan untuk terus beradaptasi
dengan warna kesedihan yang mengukir
memberi kelir tersendiri dari setiap bunga rampai yang bergeming dalam lembaran nya....

Orek tempe basah

  Bahan yang dibutuhkan - 1 buah tempe, potong dadu kecil-kecil - 2 siung bawang putih, iris halus - 3 siung bawang merah - 3 sdm Kecap Mani...