Minggu, 03 Januari 2021

 hari ketiga di awal tahun.

kabut duka mulai memberi tanda, akan sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah dilewatkan.

menyisakan sebuah teka teki entah apa yang akan terjadi. 

hari ini, tepatnya malam ini sudah membuat kesabaranku diuji akan kehilangan yang harus diterima dan akan kepergian yang harus diikhlaskan. yups, awal yang indah bukan?

terlepas senja pergi berganti dengan rembulan malam, masih hangat di telingaku akan panggilan suara dari salah seorang lelaki, yang memberi kabar akan kepergian seorang teman. sontak diri ini dibuat kaget akan kabar yang kuterima melalui telefon itu. gemetar,lemas,kaku dan membisu.

malamku telah disambut oleh kabut duka yang mulai menyelimuti diri. tangisku pecah,semua anggota tubuhku bergetar lemas, dan aku hanya bisa terdiam kala itu.

sembari mengabari teman teman lainnya dengan tanganku yang bergetar dan tubuhku yang terduduk lemas. perasaan dan pikiran yang bercampur aduk, bingung,terdiam dan merenung.

kematian itu hampir sampai, kematian itu telah mengambil satu per satu orang-orang sekitarku bahkan orang-orang yang kusayangi. entah bagaimana aku bisa setegar itu ketika kemudian hari kematian itu menghampiri dan mengambil salah seorang anggota keluargaku. entah bagaimana aku bisa menerima dan mengikhlaskan jika kemudian itu akan terjadi.

malam ini aku dibuat bungkam, oleh sebuah kepergian yang membuat diri sangat kehilangan.

"Qaddarullah wa Ma Sya Fa'ala, Innalillahi wa Innailahi Raji'un"


Kamis, 31 Desember 2020

for the best year

Dear 2020,

Terima kasih
Telah menjadi bagian terpenting dalam sejarah hidup ini.
Dimana semua bisa merasakan satu kesedihan dan satu kehilangan
Yang teramat dalam.
Terima kasih
Untuk sebuah perjuangan
Untuk sebuah tekad untuk tetap bertahan.
Walau kabut duka sering kali menutupi ruang untuk kembali
Terima kasih
Atas pendewasaan diri
Atas segala hal yang telah pergi
Menyisakan sebuah memori
Dalam hati...
Yang terus terekam kembali
Agar diri bisa mengevaluasi
Setiap peristiwa yang datang
Untuk dijalani bukan untuk disesali.
Terima kasih...
Atas suka yang datang
Walau sejenak saja
Yang bisa dirasakan
Setidaknya kau telah memberi warna..
Meski warnamu terkalahkan oleh kabut duka yang mendalam...
Kau hadir
Walau sebentar
Kau hadir
Layaknya pelangi setelah hujan
Dan layaknya senja sebelum petang...
Tetap memberi warna walau tau akan memudar...
Terima kasih...
Untuk semua
Yang telah berperan penting
Bagi kehidupannya masing-masing...
Aku, kamu dan kita
Adalah orang-orang terpilih
Yang dapat merasakan
Hingarnya keluhan dalam 12 bulan yang baru saja kita lewati...
Terima kasih
Untuk diri
Untuk jiwa
Untuk segala suka dan duka
Untuk mereka yang memilih pergi
Untuk mereka yang setia menemani
Terima kasih.

Rabu, 21 Oktober 2020

hai..

aku kembali pada paragraf ini..

membawa riuhnya badai yang tengah  merundung bunga rampai hidup ini

pergi membawa kebahagiaan dan datang membawa kesedihan...

hadir dengan segala kerapuhan didalamnya.

sangat jauh berbeda dari sebelumnya..

kalau kemarin aku lebih menikmati senja disore hari 

tapi kini, aku lebih sering bersama hujan ketika matahari hendak pergi.

mengapa demikian?

karena yang kurasa saat ini duka lebih sering menghampiri

daripada suka yang dulu selalu menemani...

entah,

apa yang salah dengan diri...

atau memang hanya tersisa lembar hitam untuk menorehkan pilu

kehidupan ini...

Senin, 21 September 2020

percaya (3)

     "lelah tak berarah"

kau bergumam seakan kau memberi tanda jika kau sedang jenuh...

entah apa yang tengah kau hadapi saat itu.

seperti membuatmu kelelahan dalam menjalani nya. 

keseharianmu yang begitu padat serta banyaknya kewajiban 

yang menuntut diri untuk tetap berdiri dan menjalani semuanya.

sampai suatu hari kau memutuskan untuk keluar

dan memberanikan diri untuk lebih bersahabat dengan dunia luar

ketika itu, kau memutuskan untuk mengikuti langkah kemana dirimu

akan berlabuh. bermodalkan semangat dalam diri yang bergolak dalam hatimu.

saat itu juga, kau mencari tau sejatinya dirimu

belajar dari kesalahan di masa lalu

memperbaiki semuanya dari awal dan memulai langkah baru...

bukan sekedar mencari jati diri melainkan menentukan arah hidup yang lebih baik lagi...


Agustus pergi 
membawa suka dan duka selama pandemi...
hubungan yang kini sudah menjauh
atau hubungan yang kini semakin erat mendekat.
semuanya terbawa pergi...
ketika september datang
mulai memberi warna kembali...
di setiap lembarannya
yang bersih belum terlukis warna kesedihan di dalamnya...
september datang dengan deras hujan
membasahi pelosok bumi...
tanah yang mulai gersang
sudah lama tak di sirami dengan tetesan air 
dari langit nya yang muram...
aku hanya bisa berharap
semoga kita bisa bertahan untuk terus beradaptasi
dengan warna kesedihan yang mengukir
memberi kelir tersendiri dari setiap bunga rampai yang bergeming dalam lembaran nya....

Kamis, 03 September 2020

percaya (2)

    menurut gue,

percaya itu tentang, menerima, beradaptasi, dan terbiasa 

terbiasa dengan keadaan yang selalu menuntut untuk menjadi yang terbaik di mata orang lain.

walau terkadang diri ini selalu menolak untuk menjadi seseorang yang bukan dari pilihan kita 

melainkan, pilihan orang lain yang menurutnya akan membuat diri lu jadi lebih baik.

but, kenyataan nya lu baik untuk orang lain. bukan untuk diri lu sendiri.

cape? pasti. 

karena menjadi yang terbaik di mata orang lain itu mustahil untuk kita sesama manusia.

nyaman ga sih? mungkin awalnya nyaman tapi lama kelamaan lingkungan baru akan terus datang

yang lalu? akan pergi dan terlupakan.

dan rasa bersalah menghantui kepergian waktu di mana , lu itu berjuang 

berjuang buat diri sendiri kehidupan yang lu impikan

kehidupan yang nyaman  dengan keadaan 

dengan apa adanya diri lu

teman teman yang emang setia berjuang sama lu

keluarga

dan semuanya.

sampai terkadang, susah buat keluar, kembali ke waktu di mana menikmati semuanya dalam hidup lu.

entah lah.

terkadang dunia menjadi jahat untuk kita yang baru memulai untuk keluar

setelah sekian lama mendekam di dalam zona nyaman.


cmiiw^^

see you on part 3:)

senja dalam raga

 

    Yogyakarta, 6 Februari 2020

 18:08 PM

melipir di sudut kota dari ramai nya manusia...

untuk sekedar beristirahat

duduk santai di alun alun kota

menikmati senja yang memanjakan mata...

rasanya sudah lama kita tak berjumpa

    hai,

senja dan raga kali ini tentang bagaimana aku menikmati

indah pesona yang tak bisa ku miliki...

raga dan jiwa yang hanya ku kagumi...

dalam diam ku...

sampai jumpa kembali...

senja

Yogyakarta

dan raga.



Orek tempe basah

  Bahan yang dibutuhkan - 1 buah tempe, potong dadu kecil-kecil - 2 siung bawang putih, iris halus - 3 siung bawang merah - 3 sdm Kecap Mani...